Tampilkan Kategori
58
4

DENPASAR, Balai Pengembangan (BP) Paud dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Bali, menggelar Saka Widya Budaya Bali (SWBB) dengan tujuan pendidikan karakter kepada generasi bangsa. Pendidikan ini diberikan kepada 20 siswa-siswi yang berasal dari dua Sekolah Negeri di Denpasar, yakni SMA Negeri 2 Denpasar dan SMA Negeri 5 Denpasar. Untuk Tahun 2018 ini BP PAUD dan Dikmas Bali membentuk SWBB dengan krida Life Skil tujuannya ialah pendidikan karakter. Di dalamnya kita menjaring minat dan bakat dari siswa, Sejak bulan Oktober 2018 lalu,telah memulai dari pendidikan.

“Yang adakan satu di antaranya ialah life skill seperti potong rambut, tata rias wajah, memasang sanggul untuk yang putri. Kalau yang putra itu ialah barber shop”. Dengan krida Life Skill yang di ikuti oleh banyak dari Siswa SMA tersebut bertujuan memberikan bekal dan keterampilan kepada anggotanya untuk dapat mendirikan usaha bersama dan dapat meneruskan keterampilannya atau usaha mandiri.

Kegiatan pendirian pangkalan Saka ini diarahkan dengan orientasi teknis tentang SWBB yang meliputi materi keterampilan, program PAUD dan Dikmas, SWBB meliputi Krida Kebudayaan, dan Krida PAUD dan Dikmas Krida PAUD, Krida Dikmas dan Krida Life Skill yang arahnya pada bidang tugas/pekerjaan, dengan harapan anggota SWBB mengenal Program sesuai dengan Kridanya. Setelah orientasi berakhir, peserta SWBB yang terdiri dari penegak difokuskan pada krida Life Skill untuk pembelajaran SWBB Tahun 2018, dan kegiatan pembelajaran di akhiri dengan kemah bhakti dihalaman BP PAUD dan Dikmas Bali di Jalan Gurita Raya No. 21 Pegok – Denpasar Selatan 80223.

Pendidikan pangkalan Saka Widya Budaya Bakti di BP PAUD dan Dikmas Bali ini sebagai program Rintisan di Provinsi, dengan harapan program ini dapat di tindak lanjuti di daerah – daerah dengan melakukan sosialisasi baik secara langsung dan tidak langsung dengan bekerjasama organisasi mitra yaitu Lembaga Pendidika bersama Kwarcab untuk menyelenggarakan SWBB di Kab/Kota masing – masing sesuai dengan Arah kebijakan Nasional, menyelenggarakan dan membangun Pemuda karakter melalui Pramuka dan salah satunya adalah SWBB.

“Mereka dilibatkan karena saat ini mereka juga dalam masa praktek lapangan. Agar mereka juga memahami tugas-tugas dari BP Paud dan Dikmas Bali. Kalau secara teori kan mereka sudah ada, saat ini mereka praktek ke adik-adik SMA di sini,” terang Kusuma. (E D Y)

24
0

BP PAUD Dan Dikmas Bali mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Draf Model. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tahapan Pengembangan Program PAUD dan Dikmas setelah FGD Penyusunan Draf Model. Pengembangan dilaksanakan sebagai upaya merancang pembelajaran dan manajemen PAUD dan Dikmas agar lebih inovatif, efektif, efisien dan praktis. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasi Pengembangan Program dan SDM, Made Kusuma Wardani, SH.,M.Pd.H yang dilaksanakan di ruang sidang BP PAUD dan Dikmas Bali, Jln. Ahmad Yani No. 192, Peguyangan, Denpasar selama 4 (empat) kali dengan rincian seperti berikut : 1) Senin, 16 Juli 2018 (Pengembangan Program Pendidikan Kesetaraan), 2) Selasa, 17 Juli 2018 (Pengembangan Program Pendidikan Keaksaraan), 3) Rabu, 18 Juli 2018 (Pengembangan Program PAUD), 4) Senin, 23 Juli 2018 (Pengembangan Program Pendidikan Keluarga.

Focus Group Discussion (FGD) Draf Model bertujuan menyiapkan draf model dan perangkat pendukung model yang terdiri atas draf model program baru beserta perangkat pendukungnya. Kemudian tahapan ini mempersiapkan model komponen program (parsial) beserta petunjuk penggunaannya, menyiapkan instrumen yang digunakan untuk menilai panduan dan perangkat pendukung model yang telah dikembangkan, menyiapkan jadwal pelaksanaan kegiatan pengembangan serta diskusi ini dilakukan untuk menentukan pihak yang akan dimintai penilaian dan masukan atas draf model dan panduannya. Dalam diskusi ini, Tim Pengembang memaparkan garis besar draf model beserta perangkat model yang dikembangkan. Kemudian peserta mempelajari serta memberikan penilaian dan saran atas model dan perangkat model yang dikembangkan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat menghimpun masukan/menyerap aspirasi dari berbagai pihak (masyarakat, pakar, praktisi dan akademisi) dalam upaya penyempurnaan kualitas model yang dikembangkan yaitu terkait Hasil Studi Pendahuluan yang dilaksanakan. Hasil studi tersebut kemudian diberikan penilaian dan masukan dari narasumber dan peserta. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi memberikan penilaian dan masukan yang konstruktif terhadap model yang akan dikembangkan. Hal tersebut dimaksudkan agar model yang akan dikembangkan memberikan kontribusi dalam perkembangan pembelajaran inovatif dan kreatif pada ranah pendidikan PAUD dan Dikmas (Adistana).

18
0

Pasca pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Draf Model, Tim Pengembang Program BP PAUD dan Dikmas Bali menggelar kegiatan Uji Coba Model Konseptual. Kegiatan tersebut mengujicobakan empat draf naskah pengembangan kepada para pengelola, pendidik dan para peserta dari satuan PAUD dan Dikmas yang dijadikan sasaran.

Kegiatan ini berlangsung selama empat kali dengan lokasi sasaran yang berbeda. Naskah pengembangan yang diujicobakan meliputi;

Pengembangan Program PAUD dilaksanakan pada Rabu, 8 Agustus 2018 bertempat di SPNF SKB Kota Denpasar;
Pengembangan Program Pendidikan Keaksaraan pada Kamis, 9 Agustus 2018 bertempat di SPNF SKB Kabupaten Buleleng
Pengembangan Program Pendidikan Kesetaraan pada Jumat, 10 Agustus 2018 bertempat di SPNF SKB Kabupaten Buleleng
Pengembangan Program Pendidikan Keluarga pada Senin, 13 Agustus 2018 bertempat di SD N 1 Karangasem
Uji coba dilakukan sebagai upaya mendiskusikan hasil analisis data untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan draf model yang dikembangkan. Selain itu, melalui pengujicobaan diperoleh hasil analisis serta masukan-masukan dari para pengelola satuan, pendidik dan para peserta yang secara langsung sebagai penyelenggara program PAUD dan Dikmas.

Dalam kesempatan tersebut, Arma Fetria, S.Pd. selaku tim pengembang program PAUD menyampaikan bahwa model yang dikembangkannya merupakan stratagi memperbaiki status gizi Anak Usia Dini sehingga dari pendampingan tersebut setidaknya dapat mencegah Stunting bagi generasi bangsa khususnya di Bali. (Adistana)

Kategori
Tindakan
Sembunyikan pesan topik
Aktifkan pengguliran tak terbatas
Semua posting di bawah topik ini akan menjadi dihapus ?
Draf yang tertunda ... Klik untuk melanjutkan pengeditan
Buang draf